Sabtu, 27 September 2014

Hukum Lingkungan - Pembangunan Berwawasan Lingkungan



Menurut Lonergan (1993) untuk menjamin terlaksananya pembangunan yang berwawasan lingkungan, ada tiga dimensi penting yang harus dipertimbangkan, yaitu : dimensi ekonomi, dimensi politik dan dimensi sosial serta budaya.
1.      Pertama adalah dimensi ekonomi yang menghubungkan pengaruh-pengaruh unsur makroekonomi dan mikroekonomi pada lingkungan dan bagaimana sumber daya alam diperlakukan dalam analisa ekonomi.
Penjelasan :  “Artinya ketika kita merencanakan sebuah pembangunan kita harus mengadakan sebuah analisa khusus yang didasarkan kepada Ekonomi, dan di dalam ilmu pengetahuan keterkaitan antara aktivitas ekonomi dan lingkungan dikaji dalam bidang ilmu yang dikenal sebagai ilmu ekonomi sumberdaya dan lingkungan. Inti dari kajian ilmu sumber daya dan lingkungan ini dalam pembangunan kita harus mempertimbangkan kajian ekonomi yang didasarkan pada analisa dampak lingkungan dari aktivitas ekonomi umat manusia seperti kegiatan produksi dan konsumsi barang dan jasa; dan analisa dampak ekonomi terhadap kerusakan alam seperti kesehatan manusia dan hewan; kerusakan terhadap lingkungan fisik (buatan manusia) seperti bangunan, intalasi dan lain sebagainya”.
Contoh : “untuk membangun sebuah mall atau komplek pertokoan disebuah daerah di Indonesia, kajian ilmu ekonomi dan sumberdaya alam ini seharusnya menjadi rujukan pertimbangan dan analisa dalam perencanaan sebuah pembangunan. Analisa harus mempertimbangkan apakah ketika mall tersebut dibangun akan berpengaruh kepada kegiatan produksi barang dan konsumsi barang penduduk setempat ? dan yang paling penting adalah dampak kerusakan bagi lingkungan sekitar. Kita ketahui bersama ketika sebuah mall dibangun pasti akan ada berbagai masalah lingkungan yang akan dihadapi yakni kemacetan dan polusi udara.”
2.      Kedua, adalah dimensi politik yang mencangkup proses politik yang menentukan penampilan dan sosok pembangunan, pertumbuhan penduduk, dan degradasi lingkungan pada suatu negara. Diamensi ini juga termasuk peranan agen masyarakat, struktur sosial dan pengaruhnya terhadap lingkungan.
Penjelasan : Pembangunan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dimasa sekarang dan mengurangi pemenuhan kebutuhan masyarakat dimasa yang akan datang. Dalam proses pembangunan peranan kondisi politik disuatu negara sangat berpengaruh karena dalam pembangunan nasional pada dasarnya sangat membutuhkan kesinergian antara masyarakat dan pemerintah. Masyarakat adalah pelaku utama dalam pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan suasana yang menunjang. Kegiatan masyarakat dan kegiatan pemerintah harus saling menunjang, saling mengisi, saling melengkapi dalam memajukan masyarakat dan nasional pada umumnya.
Contoh : Masa orde baru 1966 – 1998 adalah masa kestabilan politik yang terpanjang dalam sejarah Indonesia Merdek. Hasilnya berupa pembangunan Infrastruktur besar-besaran yang memperlancar kegiatan ekonomi, dan makin menyatukan Indonesia serta perbaikan berarti dari berbagai indikator sosial dan pembangunan manusia. 

3.      Ketiga, adalah dimensi sosial dan budaya yang mengaitkan antara tradisi atau sejarah, dominasi ilmu pengetahuan barat, serta pola pemikiran dan tradisi agama. Ketiga dimensi ini berinteraksi satu sama lain untuk mendorong terciptanya pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Penjelasan : Prinsip dari Pembangunan berwawasan lingkungan secara umum adalah pendayagunaan sumber daya alam sebagai pokok kemakmuran rakyat dilakukan secara terencana, bertanggungjawab, dan sesuai daya dukungnya dengan mengutamakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat serta memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup bagi pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Dimensi ketiga yang harus dipertimbangkan dalam suatu pembangunan menurut Logernan ini menurut saya memang sangat perlu diperhatikan mengingat prinsip pembangunan berwawasan lingkungan secara umum tersebut dimana dalam setiap pembangunan perlu memperhatikan bagaimana budaya, tradisi, pola pikir dan tradisi agama masyarakat setempat karena pada prinsipnya pembangunan bertujuan untuk meningkatkan kemamkuran rakyat.
Pembangunan berkelanjutan sesungguhnya merupakan wacana moral dan kultural. Hal ini disebabkan karena yang menjadi persoalan utama adalah pada bentuk dan arah per­adaban seperti apa yang akan dikembangkan manusia di Bumi ini. Kearifan lingkungan lokal, sekaligus plural perlu terus dikembangkan. Tetapi tidak hanya diposisikan sebagai upa­ya untuk ”melawan” kecenderungan globalisasi dan westernisasi, melainkan satu ”pilih­an”. Dengan kata lain, pengembangan kearifan lingkungan tidak selalu harus ”dibenturkan” globalisasi/westernisasi, karena dia adalah ”keyakinan” sekaligus ”pilihan-pilihan” sadar tiap kelompok manusia di Bumi untuk mengembangkan peradaban yang plural, sekaligus identitas yang beragam.
Contoh : contoh pembangunan berwawasan lingkungan harus memperhatikan budaya, tradisi agama adalah seperti di Bali, Rencana Pembangunan Pariwisata Ditentang di Bali. Rencana pemerintah untuk menarik lebih banyak wisatawan ke pura Besakih ditentang oleh para pemimpin umat Hindu di Bali. Pasalnya rencana ini dianggap telah merendahkan agama Hindu di Bali.Persatuan umat Hindu Indonesia menganggap booming Industri pariwisata di Bali sebagai pedang bermata dua. Karena hal ini bisa jadi ancaman terkikisnya budaya Hindu Bali yang pada kenyataannya menjadi daya tarik bagi jutaan pengunjung pulau Bali.
hal ini menunjukan bahwa dimensi terakhir yang dikemukakan oleh Logernan memang sangat perlu untuk dipertimbangkan mengingat setiap masyarakat memiliki tradisi dan budaya yang berbeda. Apalagi di Indonesia, Indonesia terkenal dengan tradisi masyarakatnya yang beragam dan kebanyakan masyarakat masih memetuhi norma-norma adat yang berlaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar